

Hampir setahun usia Ismail ketika ia baru bisa bertemu dengan datuk dan neneknya. Itupun masih malu-malu walau sudah hari kelima bertemu. Tapi...eits...senyum selalu mengembang jika sebuah kamera diarahkan ke dia. Hmmm....
Satu lagi dari beberapa momen emas yang tidak saya saksikan. Setelah beberapa kali gusinya berdarah karena terjatuh saat mencoba merangkak, akhirnya....

Oh, ya. Saya memang harus duduk di sepeda saya selama berkhutbah. Maklum...masih baru....
Yang ini bukan sepeda saya, lho. Ini sepeda mBak Nasya. Trus yang di belakang adalah Galang, kakak saya. Nah, karena foto ini begitu meyakinkan, makanya Ibu saya membelikan saya sepeda roda tiga juga.
Nah, awalnya saya nangis karena kaget naik sepeda itu. Habis..., saya baru bangun tidur. Tapi, lihat betapa senangnya saya kemudian. Bahkan saya tidak bisa lepas dari sepeda itu. Tidak ketika sedang mandi atau bangun pagi sekalipun. Terimakasih, bu....








