Dua patah nama di belakangnya saya ambil dari orang-orang besar di akuntansi modern. Akhtar adalah nama tengah dari Ferdinand Akhtar Gul. Ketika saya memberitahu ia tentang namanya yang saya pakai kepada anak saya, ia sangat gembira dan tersanjung. Ia malah kemudian mengaku bahwa Akhtar adalah nama depannya ketika lahir, bukan nama tengahnya. Akhtar sendiri artinya adalah "lelaki yang baik".
Prof. Ferdinand A. Gul adalah yang di paling kiri. Di tengah adalah Dr. Suwardjono, dosen saya. Paling kanan adalah saya. Foto ini ketika kami makan malam di bulan Agustus 2006 di Padang.
Lalu, siapa Abdelkhalik? Saya dengan sengaja tidak memilih lafaz "Abdulkhalik" yang lebih indonesia karena saya ingin nama itu, selain doa penyerahan diri hamba kepada sang Khalik, mengacu kepada pria Mesir-Amerika ini, Prof. A. Rashad Abdel-khalik (Saya tidak bisa mencatatkan nama anak saya dengan penulisan yang sama "Abdel-khalik" dan harus menggantinya dengan "Abdelkhalik" karena kantor Catatan Sipil tidak mengizinkan ada tanda strip).
Ketika istri saya sedang hamil, saya baru saja menyelesaikan semester pertama pendidikan doktoral saya. Pada semester pertama, sepanjang semester, pria ini adalah orang yang selalu kami acu dalam pengkritikan artikel-artikel. Tidak hanya itu, ia adalah teoris akuntansi yang disegani di Amerika Serikat. Maka, tidak ada salahnya saya meminjam namanya yang bermakna dalam walau sederhana menjadi rangkaian doa bagi anak saya--kewajiban pertama saya sebagai seorang bapak.

Itulah doa bagi anak kami: laki-laki penyabar dan baik, hamba dari sang Khalik. That's what in his name!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar